Arsip Tag: polda metro jaya

Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 2.627 Anggota Polda Metro Jaya, Karyoto Ingatkan Profesionalisme

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto memimpin upacara korps kenaikan pangkat 2.627 anggotanya terdiri dari perwira menengah (pamen), perwira pertama (pama) hingga Bintara. Adapun upacara kenaikan pangkat ke satu tingkat lebih tinggi tersebut digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada Minggu (31/12/2023) kemarin. "Saya pribadi dan seluruh Pejabat Utama mengucapkan selamat kepada saudara saudara semua, saya minta dan saya mohon dengan sangat bahwa Kenaikan Pangkat ini adalah bentuk penghargaan negara kepada kita atau diri saudara sendiri atas pengabdian yang dijalankan dengan memilih profesi Polri sebagai salah satu jalan pengabdian," kata Karyoto dalam keterangannya, Senin (1/1/2023).

Dari 2.627 personel yang ditingkatkan pangkatnya itu terdiri dari 2.484 kenaikan pangkat Regular dan 143 kenaikan pangkat Pengabdian. Karyoto berpesan kepada anggotanya agar tidak menyelewengkan pangkat yang kini sudah diemban dan meminta agar tetap profesional dalam berperilaku. Jadwal Lengkap Piala Asia 2024: Fase Grup Mulai 12 Januari, Laga Perdana Timnas Indonesia Lawan Irak

Peringkat Timnas Indonesia Jika Menang Lawan Libya di Kalender Fifa 5 Januari 2024, Geser Botswana Postingan di Facebook Soal Dugaan Pemotongan Dana Dipa di Polres TTU, Kapolres Mukhson Angkat Bicara Pemain Vietnam Terkejut setelah Kalah Lawan Timnas Indonesia di Piala Asia 2024

Update Kedatangan Negara di Piala Asia 2024, Lawan Timnas Indonesia Datang Mepet Tujuh Desa di NTT Gagal Salur Dana Desa Tahap III 2023 Kunci Jawaban PAI Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 152 153 154, Bab 6: Ayo Berlatih Halaman 4

“Semakin kita tinggi pangkat, kita harus semakin profesional. Sebagai pemanis, dalam berperilaku layani masyarakat dengan baik. tujuan utama kita adalah menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan kondusif,” jelasnya. Lebih lanjut, Karyoto mengingatkan kepada seluruh anggota agar tidak melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan tugas. “Masih banyak juga dengan kita yang melakukan pelanggaran, bagi saya tidak ada pelanggaran yang tidak ditindak” tegasnya.

“Sekali lagi saya mohon pada saudara saudara semua syukuri betul anugerah ini dan tunjukkan bahwa kenaikan pangkat saudara bisa menjadi kebanggaan keluarga masyarakat bangsa dan negara,” sambungnya.

PHL Dishub DKI Dalang Kasus Percobaan Pembunuhan terhadap Bripka Taufan, Motifnya Sakit Hati

Kasus percobaan pembunuhan terhadap anggota Polda Metro Jaya Bripka Taufan Febrianto beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Anggota Dinas Perhubungan DKI ternyata dalang di balik peristiwa ini. Hal ini terungkap setelah Polda Metro Jaya berhasil meringkus tiga orang tersangka, masing masing AI, N, dan S.

Salah satu dari ketiga pelaku berinisial AI, merupakan pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Saat dikonfirmasi, Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo membenarkan AI berstatus sebagai pekerja harian lepas (PHL). Syafrin Liputo menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

30 Contoh Soal dan Kunci Jawaban USBN 2024 Matematika Kelas 6 SD, Soal Pilihan Ganda 10 Contoh Soal dan Kunci Jawaban UTBK SNBT 2024 Penalaran Umum, Soal Pilihan Ganda Iptu Zeri Juara Polsek Terbaik dan Bripka Ibrahim Raih Polisi Inovasi, Hadiah Diserah Kapolda Aceh

20 Contoh Soal OSN Matematika SD 2024 dan Kunci Jawaban RAMALAN ZODIAK Besok Kamis 25 Januari 2024: Gemini Bisa Rugi, Leo Aries Lancar Banyak Rezeki Halaman 3 10 Contoh Soal OSN IPS SMP 2024 dan Kunci Jawaban

'Kurang Ajar !' Geramnya Ketua RT Lihat Argiyan Pembunuh Pacar di Depok Bikin Malu Kampungnya Kunci Jawaban PAI Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 152 153 154, Bab 6: Ayo Berlatih Halaman 4 "Dishub DKI menyerahkan dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang dilakukan pihak berwenang terhadap kasus yang menimpa saudara AI," kata Syafrin saat dikonfirmasi, Kamis (9/11/2023).

Dalam kasus tersebut, AI bertindak sebagai otak yang merancang aksi kejahatan tersebut dengan turut mengajak dua rekannya. Syafrin mengaku sudah menindaklanjuti adanya laporan dugaan penipuan yang sebelumnya dilakukan oleh AI. "Terkait dengan pemberitaan tentang dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh saudara AI, Dishub DKI telah menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

Tak hanya itu, Syafrin juga memastikan, Dishub DKI telah memberikan sanksi tegas berupa pemecatan terhadap AI. "Kami juga sudah memutus hubungan kerja terhadap saudara AI terhitung sejak awal Oktober 2023," tuturnya. Peristiwa percobaan pembunuhan ini terjadi di ruas jalan tol Tanah Tinggi, Batu Ceper, Kota Tangerang pada Rabu (18/10/2023) sekira pukul 20.30 WIB.

Dari ketiga tersangka, AI merupakan otak yang merancang aksi percobaan pembunuhan terhadap Bripka Topan. Aksi nekat itu dilatarbelakangi rasa sakit hati AI terhadap istri korban yang dianggap memberitahu alamat rumah dan tempat kerja tersangka. AI pun merasa tak terima dan sakit hati karena tengah bermasalah dengan seseorang yang sudah dijanjikannya bekerja di Dishub DKI.

"Jadi, AI ini sedang bersembunyi karena terkait ada kasus lain. Di mana, AI ini menerima sejumlah uang untuk proses penerimaan di Dishub, sehingga saudara ini merasa sakit hari karena keberadaannya diberitahu oleh istri korban," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Rio Mikael Tobing. Hal ini pun diceritakan AI kepada dua tersangka lainnya, yaitu N dan S. Ketiganya akhirnya bersepakat untuk balas dendam kepada korban.

AI kemudian merancang pertemuan dengan korban dan mengajaknya pergi menggunakan mobil. Saat itu, AI berdalih mengajak korban untuk menemui rekan bisnisnya. "Tersangka AI merencanakan bahwa nantinya tersangka AI menelepon korban mengajak untuk satu kendaraan dengan alasan menemui rekan bisnis," ucapnya.

Di dalam mobil, Bripka Topan duduk di kursi penumpang bagian depan. Sedangkan AI menyetir mobil dan dua tersangka lainnya duduk di bangku belakang. Saat di tengah perjalanan, tersangka AI kemudian memberikan isyarat dengan mengetuk atap mobil sebanyak dua kali.

Tersangka S kemudian dengan sigap langsung menarik kedua tangan korban dari belakang. Kemudian, tangan korban diikat menggunakan kabel ties oleh tersangka N. "Selanjutnya menjerat leher korban dengan tali ties tersebut. Karena korban berontak, sehingga tersangka S melalui sisi tengah jok mobil berpindah ke depan korban dan menindih tubuh korban dengan tangan, badan, dan kakinya," ujarnya.

Tersangka N lalu mengambil sebilah badik dan mengancam akan membunuh korban. Namun, korban terus berontak hingga badik yang dipegang N mengenai jari Bripka Topan. "Selanjutnya tersangka N melakban kedua kaki agar korban agar tidak berontak. Kemudian melakban mulut korban dengan lakban plastik yang tadi dipersiapkan, lalu karena korban masih berontak ditutup lah kepala korban dengan jaket korban, kemudian diancam akan dibunuh," tuturnya.

Ketiga tersangka itu sempat minta uang Rp 500 juta kepada korban bila ingin dibebaskan. Para tersangka pun berulang kali mengancam akan membunuh korban apabila permintaan itu tak dituruti. Merasa dalam tekanan, akhirnya korban menyanggupi dan mengaku bakal menjual mobil untuk memenuhi tuntutan para tersangka.

"Korban beralasan akan menjual mobil miliknya sehingga para tersangka melepaskan korban dari ikatan dan membiarkannya pulang untuk menjual mobilnya," kata dia. Sehari setelah percobaan pembunuhan itu, Bripka Topan kemudian melapor ke Polres Metro Tangerang Kota. Polisi pun langsung menangkap ketiga tersangka.

Tersangka AI dan N diringkus di kawasan Batu Ceper, Tangerang. Sedangkan S diamankan di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Sejumlah barang bukti, seperti mobil jenis Honda CRV warna hitam beserta sejumlah tali ties turut diamankan polisi.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 179 ayat (1), Pasal 353 ayat (1) KUHP, dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. "Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun," ujar Rio.

Kelompok John Kei Tembak Anak Buah Nus Kei di Bekasi Setelah Dapat Informasi Hendak Diserang

Polisi telah menangkap empat pelaku terkait tewasnya seorang pria berinisial GR (44) di kawasan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat yang melibatkan kelompok John Kei dan Nus Kei. Dari keterangan yang ada, penembakan itu terjadi setelah kelompok John Kei mendapatkan informasi jika kelompok Nus Kei akan melakukan penyerangan. "Menurut keterangan dari pihak John Kei, kejadian ini mereka dapat informasi akan diserang oleh kelompok Nus Kei," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).

Saat itu, kelompok Nus Kei datang ke lokasi menggunakan sebuah mobil yang berisikan enam orang dengan membawa senjata tajam. "Mereka dapat info. Datanglah mobil ini, parkir turun 6 orang. Korban turun sudah bawa parang. Sebelum mereka (kelompok Nus Kei) datang, kelompok John Kei sudah tahu bahwa mereka mau diserang. Mereka sudah siap batu parang, senjata api," jelasnya. Saat itu, kelompok John Kei yang melihat korban turun dengan membawa parang, seorang pelaku langsung menembak korban hingga terkapar.

Pesan Jawara Tragedi Carok Madura dari Penjara Untuk Keluarga usai Habisi Mat Tanjar dan Mat Terdam Tangis Penyesalan Hasan Pelaku Carok Madura, Minta Maaf ke Keluarga Korban Usai Habisi Mat Tanjar Cs KUNCI JAWABAN Modul 1, Apa yang Terlintas di Pikiran Ibu dan Bapak Saat Mendengar Kata Asesmen? Halaman all

Luka Mat Tanjar Usai Duel dengan Hasan Selama 1 Menit, Pelaku Carok di Madura Cuma Lecet: Terbentur Kunci Jawaban PAI Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 152 153 154, Bab 6: Ayo Berlatih Halaman 4 "Karena mereka alasannya (menembak korban) mau diserang, ini ada anak istri kami," imbuhnya.

Setelah insiden itu, pihak Nus Kei langsung membawa korban pergi dari lokasi ke rumah sakit. Sementara kelompok John Kei juga langsung meninggalkan lokasi kejadian. Saat ini, kasus tersebut masih dilakukan pendalaman oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kapolsek Medan Satria Kompol Nur Aqsha mengatakan, identitas korban berinisial GR (44), warga Jakarta Barat.

"Informasinya yang kami dapat, ada (luka) di bagian Kepala, cuman untuk detailnya kami masih menunggu hasil otopsi dari rumah Sakit Polri Kramatjati," kata Aqsha. Aqsha menambahkan, di TKP pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya CCTV lingkungan dan proyektil peluru. "Nah, itu (proyektil peluru) sudah diamankan di Reskrim polres Metro Bekasi Kota dan juga dari Resmob Polda Metro Jaya," jelas dia.

Sejauh ini, proses penyelidikan masih terus dilakukan. Kontrakan dekat TKP yang diduga tempat bermukim terduga pelaku turut digeledah. "Kita belum bisa bilang pelaku ya karena masih dalam proses Penyelidikan, memang betul ditemukan beberapa senjata tajam dari dalam kontrakan tersebut, tapi untuk proses masih dalam penyelidikan," ucapnya.

Hari Ini Tilang Uji Emisi Kembali Diberlakukan di Jakarta, Catat Lokasi Razianya

Polisi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan sanksi tilang bagi kendaraan bermotor yang tidak lulus uji emisi, Rabu (1/11/2023). Dalam pelaksanaannya, prosedur pemeriksaan hingga penilangan akan tetap sama dengan peraturan yang sebelumnya pernah dilakukan. "(Prosedur pemeriksaan hingga penilangan) Sama. Lokasi kemungkinan sama," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jhoni Eka Putra kepada wartawan, Rabu (1/11/2023)

Meski begitu, Jhoni mengatakan lokasi penilangan bisa saja berubah. Hal itu terjadi apabila mereka menemukan lokasi yang lebih untuk dilakukannya razia. "Namun, tergantung masing masing wilayah nanti bisa menemtukan lokasi yang lebih baik," ujarnya. Berikut ini lokasi razia uji emisi tanggal 1 November 2023 di Jakarta:

Foto foto Citra Kristinna Calon Besan Maia Estianty, Ibu Pacar Al Ghazali Dijuluki 'Barbie Hidup' Ditanya Tipe Suami Idaman oleh Maia Estianty, Laura Moane: Belum Kepikiran Hari Ini Tilang Uji Emisi Kembali Diberlakukan di Jakarta, Catat Lokasi Razianya

Mengenal Citra Kristinna Ibunda dari Laura Moane, Calon Besan Maia Estianty Bukan Orang Sembarangan Akhirnya Terungkap Siapa Pemilik Rumah Mewah Viral yang Bisa Bikin Tamu Kesasar Saking Besarnya Halaman all SOSOK Janda Cantik Citra Kristinna, Ibunda Laura Moane yang Jadi Calon Besan Maia Estianty

Meski Tak Diberlakukan Tilang, Seluruh Kendaraan di Jakarta Bakal Tetap Uji Emisi Kendaraan Kunci Jawaban PAI Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 152 153 154, Bab 6: Ayo Berlatih Halaman 4 1. Jalan Perintis Kemerdekaan seberang eks Terminal Pulo Gadung;

2. Jalan Pemuda, Jatinegara, Jakarta Timur (depan Antam); 3. Pintu keluar Terminal Blok M, Jakarta Selatan; 4. Jalan Lodan sebelum Gerbang Tol Ancol Timur, Jakarta Utara;

5. Jalan Lingkar Luar Meruya. Sebelumnya, Polisi merubah skema penindakan terhadap kendaraan yang tidak lolos uji emisi. Irwasda Polda Metro Jaya yang juga Kasatgas Pengendalian Polusi Udara, Kombes Nurcholis mengatakan saat ini, bagi kendaraan tersebut, polisi tidak akan memberlakukan penilangan

"Iya untuk ke depan tidak ditilang, tidak lulus," kata Nurcholis saat dihubungi, Senin (11/9/2023). Nurcholis mengatakan penilangan terhadap kendaraan itu dinilai tidak efektif. Sehingga, kini polisi hanya menyarankan pengemudi memperbaiki kendaraannya. "Ternyata penilangan tidak efektif, maka setelah ada Satgas yang tidak lulus uji dihimbau untuk diservis, dan kita berusaha komunikasi dengan dealer untuk membantu servis," ujarnya