Agen Travel, Najma Travel, baru baru ini menggelar acara manasik umrah di Gedung Pondok Gede Asrama Haji, Jakarta Timur. Acara ini dihadiri oleh pemilik Najma Travel Dr Hj Dwi Ranny Pertiwi Zarman serta ibu Fitri sebagai GM PT Najma Global Sejahtera. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Dr H Nur Arifin serta Analis Kebijakan Ahli Muda pada Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji H Abdul Basir.
Nur Arifin memberikan apresiasi kepada Najma Travel atas upaya peningkatan kualitas layanan umrah. Dalam pernyataannya Nur Arifin menekankan pentingnya memastikan jamaah dapat menjalani perjalanan umrah dengan baik, aman, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Kami berjanji agar terus meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah. Pastikan jamaah dapat berangkat menuju Mekkah dengan baik dan pulang dengan perasaan yang memuaskan, serta memastikan proses umrah sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkap Dr H Nur Arifin.
Dia juga menyoroti potensi masalah yang mungkin muncul selama perjalanan umrah. Portal Jalan Bikin Damkar Lumajang Terlambat ke Lokasi Kebakaran, Api Meluas Melahap Rumah Warga Petugas Damkar di Sumedang Justru Jadi Penonton Api Lalap Kandang Ayam, Pakai Sepeda Motor ke Lokasi
Hasil PSM Makassar Ubah Kontrak KenzoNambu dan Yakob Sayuri Diproses, Jelang Jadwal Liga 1 Sempat Terkendala ke Lokasi Kebakaran, 3 Anggota Damkar Minut Sulawesi Utara Tersengat Listrik Nasib Kepsek Pecat Guru Gelar D2 Lewat WA, Kini Minta Maaf soal Hasil Rapat, Tabiat Si Guru Disentil Halaman 4
Truk Damkar Terguling dan Tabrak Pohon Sawit ketika Mengejar Kebakaran, Satu Petugas Terjepit Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Piala Asia Meski Kalah dari Jepang, Oman dan Bahrain Jadi Penentu! Timnas Indonesia Lolos 16 Besar, Klasemen Piala Asia 2024 Terbaru Tutup Kans China dan Oman Halaman 4
Menyadari bahwa ibadah umrah bukan hanya tentang unsur rohani tetapi juga melibatkan aspek logistik dan administrasi, Dr Nur Arifin mengingatkan bahwa selain persiapan ibadah, aspek lain seperti jadwal, tiket perjalanan, penginapan, dan berbagai detail lainnya juga harus diperhatikan. Dalam upaya memastikan jamaah mendapatkan informasi yang akurat, Dr Nur Arifin mendorong penggunaan aplikasi "Umrah Cerdas" yang dapat diunduh melalui Play Store. Aplikasi ini memberikan daftar Biro Perjalanan Umroh (BPU) yang terdaftar secara resmi.
Selain itu, aplikasi ini menyediakan informasi mengenai jadwal perjalanan, harga paket umroh, penerbangan, dan hotel. "Pastikan menggunakan travel berizin PPIU penyelenggara perjalanan ibadah. Aplikasi 'Umrah Cerdas' memudahkan jamaah untuk memverifikasi daftar BPU dan memastikan bahwa perjalanan umrah mereka berlangsung dengan baik," tambahnya. Terakhir, Dr H Nur Arifin menegaskan pentingnya memastikan keberadaan hotel hotel di Mekkah dan Madinah yang telah dipilih untuk menghindari masalah.
Dia berharap agar penyelenggara umrah terus melakukan pembinaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar pelaksanaan ibadah umrah dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam kesempatan yang sama, Dr Hj Dwi Ranny Pertiwi Zarman, pemilik PT Najma Global Sejahtera, bersama dengan ibu Fitri selaku GM PT.Najma Global Sejahtera, juga didampingi oleh Kang Ali dan Kang Isnain, pendiri mentoringumroh.com memberikan klarifikasi mengenai kontroversi yang melibatkan pihak mereka terkait pelaksanaan umrah backpacker. Dra Hj Dwi Ranny Pertiwi Zarman menyampaikan bahwa terobosannya, bersama dengan Kemenag, telah berusaha membuktikan bahwa tidak semua pihak terlibat dalam praktik umrah backpacker.
"Kami ingin membuktikan bahwa bukan semua orang yang terlibat dalam umrah backpacker. Keberadaan dari Kemenag, khususnya Bapak Direktur Bina Umrah, membantu membuktikan bahwa tim kami bukan bagian dari oknum yang tersebut," ujar Dr Hj Dwi Ranny. Dalam klarifikasinya, dia menegaskan bahwa ia tidak pernah melanggar aturan dan tidak ada panggilan dari pihak kepolisian setelah klarifikasi dari Kemenag. "Kami tidak pernah melanggar aturan, bahkan tidak ada panggilan dari kepolisian setelah klarifikasi dari Kemenag. Ini menunjukkan bahwa kami beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tambahnya.
Menanganggap isu bahwa acara manasik umrah mereka merupakan permintaan dari Kemenag, Dr Hj Dwi Ranny menjelaskan bahwa pihaknya berusaha untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui acara tersebut. "Kami berusaha memberikan edukasi kepada masyarakat melalui acara manasik umrah. Kami melihat kebutuhan akan pemahaman yang lebih baik mengenai umroh, khususnya terkait regulasi dan persiapan yang harus dilakukan," ungkapnya. Dia juga menekankan pentingnya membimbing masyarakat agar menjalani umrah dengan benar, terlepas dari jenis umrah yang mereka pilih, baik itu umrah backpacker, umrah keluarga, atau umrah mandiri.
"Umrah backpacker, keluarga, atau mandiri, semuanya harus tertata dengan baik sesuai regulasi. Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat mengarahkan pilihan mereka dengan cara yang benar dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," tegas Dr Hj Dwi Ranny Pertiwi Zarman. Dengan penjelasan ini, diharapkan dapat meredakan kontroversi dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai praktik umrah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.