Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mengungkapkan, Indonesia membutuhkan sedikitnya 9 juta talenta sektor digital hingga 2030. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin mengatakan, talenta tersebut diperlukan guna mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. "Terkait dengan talent, kita masih memerlukan 9 juta digital talent sampai 2030, ini kalau kita hitung kita perlu 600 ribu talent per tahun," ucap Rudy di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (4/12/2023).
"Talent yang spesifik kepada teknologi teknologi digital misal cloud, AI dan lain sebagainya," sambungnya. Menurut Rudy, ketersediaan talenta digital salah satu poin dari tantangan pengembangan ekonomi digital. Selain ketersediaan talenta digital, terdapat tantangan seperti akses internet Indonesia masih rendah dan infrastruktur digital juga belum merata, serta regulasi dan kebijakan yang ada masih kurang agile dan forward looking.
Ya Allah! Bocah di Banyuwangi Tewas Tergantung di Kandang Sapi, Tontonan Terakhir di YouTube Disorot Laga Ini Akan Jadi Penentu Scudetto Liga Italia Serie A Ekonomi Digital Indonesia Mau Maju? Butuh 9 Juta Talenta Teknologi
Lomba Simulator MotoGP Pertamina Enduro: 4 Pembalap Pemula Hingga Pro Bersaing Nonton MotoGP Tangis Pinkan Mambo Ingat Perlakuan Keluarga Arya Khan, Ibu Michelle Ketakutan: Bakal Dibuang Halaman 4 Kota Bekasi Jadi Daerah Prioritas Kampanye TKD Jawa Barat Prabowo Gibran Dalam 20 Hari Terakhir
Menkominfo: Kemajuan Teknologi Digital Peluang Geliatkan Ekonomi Bangsa Kunci Jawaban PAI Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 152 153 154, Bab 6: Ayo Berlatih Halaman 4 Dalam konteks upaya transformasi digital, Pemerintah terus mempercepat pengembangan ekonomi digital, sebagai pilar strategis untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045.
Komitmen ini mencerminkan fokus yang kuat pada pergeseran ekonomi menuju inovasi digital yang berkelanjutan. Adapun, nilai ekonomi digital Indonesia terus tumbuh dan tercatat sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara. Pada tahun 2023, nilai ekonomi digital Indonesia yakni sebesar 82 miliar dolar AS, dan diperkirakan mampu mencapai 109 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Selain itu, 40 persen pangsa pasar ekonomi digital Asia Tenggara berada di Indonesia. "Kalau bicara digital talent, ini bukan sesuatu yang kita bisa selesaikan secara instan, tapi kita perlu waktu untuk memperkuat atau memenuhi kebutuhan digital talent itu," papar Rudy. "Kita juga dihadapkan oleh bonus demografi, yang mana waktu tersedia tinggal sedikit lagi nah ini kita kejar kejaran dengan waktu untuk memenuhi," pungkasnya.