Setiap bulan, jutaan perempuan mengalami perubahan fisik dan emosional ketika haid. Mulai dari nyeri perut, perubahan mood, nyeri payudara, sampai kulit yang terasa lebih sensitif. Fenomena ini wajar terjadi karena tubuh bereaksi terhadap fluktuasi hormon. Saat haid dimulai, banyak perempuan juga sadar bahwa pemilihan pembalut yang tepat seperti Laurier dapat memengaruhi kenyamanan selama periode sensitif ini.
- Hormon yang Berubah Itu Berpengaruh ke Seluruh Tubuh
Siklus menstruasi dikendalikan oleh perubahan hormon, terutama estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini tidak hanya memengaruhi lapisan rahim, tetapi juga sistem saraf, pencernaan, otot, dan bahkan otak. Menjelang menstruasi dan saat haid, kadar estrogen dan progesteron menurun drastis. Penurunan hormon ini dapat menyebabkan sensitivitas nyeri yang meningkat, perubahan suasana hati, perut kembung dan gangguan pencernaan. Hal ini juga menjelaskan mengapa tubuh terasa lebih “sensitif” terhadap rangsangan. Bahkan sesuatu yang biasanya ringan bisa terasa tidak nyaman saat haid.
- Sensitivitas Nyeri dan Rasa Tidak Nyaman
Salah satu alasan paling umum tubuh terasa lebih sensitif saat haid adalah produksi prostaglandin yang meningkat. Prostaglandin adalah zat kimia tubuh yang berperan dalam kontraksi otot rahim untuk membantu mengeluarkan lapisan rahim yang luruh. Namun kadar prostaglandin yang tinggi juga dapat menyebabkan kram perut yang intens, sakit kepala, nyeri punggung bawah, dan sensasi nyeri lebih tinggi terhadap tekanan dan sentuhan..
- Pengaruh Terhadap Emosi dan Mood
Selain fisik, hormon juga berdampak pada suasana hati. Penurunan estrogen dan progesteron dapat memengaruhi serotonin, neurotransmitter yang berhubungan dengan mood. Ini menyebabkan beberapa perempuan mengalami sensasi cemas atau mudah marah, perasaan sedih atau mudah tersentuh, perubahan pola tidur, hingga penurunan energi. Tidak heran kalau sensitivitas emosional menjadi salah satu tanda umum menjelang dan selama haid.
- Kulit Jadi Lebih Sensitif
Saat hormon berfluktuasi, kulit juga merasakan efeknya. Penurunan estrogen dikaitkan dengan produksi minyak kulit yang berubah, yang dapat menyebabkan kulit kering, jerawat ringan, Iritasi mudah, hingga sensasi perih atau gatal kecil. Perubahan ini membuat beberapa perempuan perlu menyesuaikan rutinitas perawatan kulit mereka selama haid.
- Kepekaan Terhadap Sentuhan dan Rasa Tidak Nyaman Lainnya
Selain itu, tubuh juga bereaksi terhadap sinyal nyeri secara lebih intens. Penurunan hormon estrogen dapat menurunkan ambang nyeri, artinya rangsangan biasa dapat dirasakan sebagai tidak nyaman atau sensitif. Ini dapat terjadi pada berbagai area tubuh, termasuk payudara, punggung, perut, dan bahkan jaringan lunak lainnya.
Sensitivitas tubuh yang meningkat saat haid adalah hasil dari perubahan hormon yang memengaruhi sistem saraf, otot, pencernaan, kulit, dan bahkan suasana hati. Memahami mekanisme ini membantu perempuan lebih siap menghadapi fase ini setiap bulannya.
Selain itu, memilih perlindungan menstruasi yang nyaman, seperti memilih pembalut yang sesuai dengan kebutuhan darah haid dan sensitivitas kulit, bisa membuat pengalaman haid menjadi lebih ringan dan lebih terkontrol. Kalian bisa mempertimbangkan Laurier sebagai pembalut kalian karena mereka memiliki varian yang cukup lengkap sesuai dengan kondisi tubuh. Pembalut yang tepat bisa membantu menjaga kenyamanan tubuh sekaligus mengurangi rasa tidak nyaman yang sering diperparah oleh sensitivitas saat haid. Jangan ragu untuk bertanya di Ask Dr. Laurier di https://menstruasi.com/ask-drlaurier jika kalian memiliki keluhan terkait pembalut ataupun masalah kewanitaan lainnya ya.
Refs:
https://menstruasi.com/products