Tak Sekadar Lomba, Festival Pacu Jalur Ternyata Penuh Makna dan Filosofi yang Mendalam

Festival Pacu Jalur kini tengah naik daun setelah videonya beredar luas di media sosial. Sukses mencuri perhatian masyarakat Indonesia, Festival Pacu Jalur pun kian terkenal. Bahkan Festival Pacu Jalur masuk menjadi salah satu bagian dari 110 event dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2023.

Tak cuma seru, popularitas Festival Pacu Jalur melejit berkat aksi para penari cilik yang berjoget di atas perahu. Sebagai informasi, Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung tradisional yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Perlombaan mendayung ini menggunakan perahu dari kayu gelondongan, alias kayu utuh tanpa sambungan.

Oleh masyarakat Riau, perahu tersebut dikenal dengan nama "jalur". Stop LK21! Ini Link Nonton Streaming Film Sinden Gaib Full Movie Kualitas BRRip, Bukan di Rebahin Gratis! Ini Link Nonton Film Koridor Full Movie Kualitas Jernih, LK21 dan Rebahin Minggir Dulu

Tak Sekadar Lomba, Festival Pacu Jalur Ternyata Penuh Makna dan Filosofi yang Mendalam Link Nonton Film Korea Alienoid 2 Sub Indo Bukan di Rebahin Lengkap dengan Sinopsisnya BREAKING NEWS: Hari Ini Presiden Partai Buruh akan Gelar Kampanye di UPTD Taman Budaya NTT

LEGAL, Link Nonton Film Mercury Full Episode Movie Bukan LK21 atau Rebahin Ucapan Selamat Tinggal November 2023 Penuh Makna dan Kesan Mendalam Kunci Jawaban PAI Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 152 153 154, Bab 6: Ayo Berlatih Halaman 4

Mengutip laman , Festival Pacu Jalur masuk dalam kalender pariwisata yang diadakan oleh masyarakat Kuansing. Tahun ini, event tradisional yang juga dikenal sebagai pesta rakyat tersebut sukses digelar pada 23 27 Agustus 2023 lalu. Festival diikuti 193 jalur yang berasal dari Kabupaten Kuansing, serta berbagai Kabupaten lainnya yang berada di Riau.

Menggabungkan unsur olahraga dan seni yang sangat indah, tidak heran jika Festival Pacu Jalur menjadi salah satu festival budaya terbaik di Indonesia yang sukses menarik perhatian wisatawan. Menurut data dari Provinsi Riau, Festival Pacu Jalur berhasil menarik kunjungan 1,3 juta orang. Pacu Jalur merupakan tradisi budaya turun temurun yang diwariskan lebih dari 100 tahun oleh nenek moyang masyarakat Kuansing.

Pada abad ke 17, jalur hanya digunakan sebagai alat transportasi bagi masyarakat yang tinggal sepanjang aliran Sungai Kuantan. Seiring berjalannya waktu, jalur jalur yang digunakan sebagai alat transportasi tersebut semakin berkembang. Baik itu muncul jalur yang dihias dengan ukiran indah dan khas, dilengkapi payu, selendang, tiang tengah (gulang gulang), serta lambai lambai (tempat khusus bagi juru mudi berdiri).

Perkembangan tersebutlah yang akhirnya "melahirkan" lomba adu cepat antar jalur, atau saat ini dikenal sebagai nama Festival Pacu Jalur. Awalnya, Pacu Jalur diselenggarakan untuk merayakan hari raya agama Islam, seperti Hari Raya Idulfitri di Riau. Namun, di masa penjajahan Belanda, Pacu Jalur digunakan untuk merayakan hari jadi Ratu Wilhelmina setiap tanggal 31 Agustus.

Faktanya, tradisi turun temurun ini memiliki makna dan filosofi yang sangat mendalam. Baik itu dari segi pembuatan perahu, hingga makna di setiap gerakan sang penari saat Pacu Jalur. Ditambah lagi, pembuatan jalur tidak dilakukan sembarangan.

Sebelum mengambil kayu besar, seluruh masyarakat harus melakukan ritual terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghormati dan meminta izin kepada hutan belantara saat mengambil kayu yang besar. Satu jalur bisa menampung 50 60 orang (anak pacu), dan setiap orang di perahu memiliki tugas masing masing.

Baik itu Tukang Concang (komandan atau pemberi aba aba), Tukang Pinggang (juru mudi), dan Tukang Onjai (pemberi irama dengan cara menggoyang goyangkan badan), dan terakhir adalah Tukang Tari atau Anak Coki yang berada di posisi paling depan. Menariknya, posisi Tukang Tari hampir selalu diisi oleh anak anak. Alasannya karena anak anak memiliki berat badan yang tergolong ringan.

Dengan begitu, perahu tetap bisa melaju dengan lincah. Uniknya, gerakan yang dilakukan Anak Coki memiliki makna tersendiri. Anak Coki menari di depan jalur kalau perahu yang dikendarainya unggul.

Kalau sudah sampai garis finish, Anak Coki akan langsung sujud syukur di ujung perahu. Berkat keunikannya, tentu tidak heran jika Festival Pacu Jalur menjadi salah satu festival yang dinantikan oleh banyak orang. Untuk membaca artikel terkait berita viral, kunjungi .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *